February 2012

IMG_9407

IMG_9469

IMG_9510

IMG_9517

IMG_9677

IMG_9846

IMG_9854

IMG_9862

IMG_9870

IMG_9901

IMG_9910

went to Singapore last year. feels like missing it all the time. I should have taken more pictures. the country keeps coming in my dreams at night. I went there, but didn’t got enough time to go around. I want to go back, with full stamina, full ammunitions of photography, full time, all places.


I Finally Write This Post

Sejak dua tahun yang lalu, saya bercita-cita untuk menulis post ini. Setelah melihat tulisan dari Kak Puty & tahun berikutnya, Mamet, saya berjanji bahwa tahun ini saya akan menulis post ini. Post ini adalah sebuah ungkapan rasa maaf, terima kasih, rasa syukur, dan kebahagiaan. it’s going to be a long, long post.

Kemarin saya resmi menjadi mafia, mantan fungsionaris LFM 2012/2013.

Menjadi seorang mafia, tidak terdeskripsikan rasanya. Rasanya persis seperti apa yang mafia-mafia sebelum saya katakan, seperti putus dengan pacar. Kalau kata Kak Puty, bahkan rasanya seperti putus dengan pacar yang abusif. Malam tadi rasanya perasaan saya seperti ada yang hilang, namun juga lega, sedih, bahagia, semua nya tercampur aduk.

Sudah banyak pengalaman berharga yang diberikan oleh LFM ITB selama beberapa tahun ini. Entah sudah berapa jam yang saya habiskan di LFM, penuh suka dan duka, melalui satu jenjang kehidupan kuliah hampir 4 tahun di sana.

Untuk satu tahun ini, mulai maret 2012 hingga hari ini, saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh kru LFM ITB yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu atas kesalahan, kekeliruan, apapun, yang telah saya buat hingga tidak berkenan di hati kalian. Terima kasih sangat banyak, sangat banyak, atas segala hal yang kalian berikan untuk LFM selama satu tahun ini di kepengurusan kami. Semua kerja keras dan semangat berkarya kalian akan terus menginspirasi dan mengingatkan saya betapa beberapa tahun ini saya telah bertemu dengan orang-orang yang sangat hebat.

Terima kasih kepada seluruh Mantan Fungsionaris di atas saya, terutama Fungsionaris 2011/2012. Selama satu tahun ini kalian telah membimbing saya dan teman-teman fungsionaris saya supaya kami tidak kehilangan arah. Terima kasih kepada Faba, Kak Puty, dan Kak Adju atas segala bimbingannya mengenai perhumasan dan per-fungsionarisan. Selama satu tahun ini, banyak sekali yang saya pelajari dan dapatkan dari nge-fungs sebagai Manajer Humas. Kalian adalah sosok inspiratif buat saya dalam menjalankan peran saya satu tahun ini.

Terima kasih kepada Kak Nadia Rayhanna, karena telah menjadi sosok yang sangat saya kagumi, mulai dari cakru hingga sekarang. Terima kasih juga karena telah percaya kepada saya dan pernah menjadikan saya staff Kak Nadia. Semoga sukses selalu ya, Kak 🙂

Terima kasih sangat spesial kepada Kak Cupris, manajer pendidikan saya. Sosoknya begitu inspiratif bagi kami, angkatan 2009, sehingga saya sudah memiliki cita-cita untuk menjadi fungsionaris semenjak cakru. Tidak pernah saya bayangkan, bahwa saya akan benar-benar menjadi fungsionaris setahun ini. Terima kasih Kak Cupris, karena sudah mau hadir di momen-momen terakhir kami sebagai fungsionaris dan memberikan banyak support. Semoga kami bisa membuat Kak Cupris bangga 🙂

Staff Humas 2012/2013

Untuk satu tahun ini, terima kasih saya ucapkan juga kepada staff-staff humas saya yang telah banyak membantu saya secara fisik dan moral. Kepada Kamal Dwi Jatmoko, kamu adalah kru yang paling banyak mengetahui suka duka saya menjadi manajer humas LFM. Terima kasih untuk selalu setia menemani dan membantu saya, mendengarkan saya, bahkan ingin melanjutkan mimpi saya di LFM. Terima kasih telah menjadi kru yang sangat percaya dengan saya. Terima kasih, karena selain sebagai staff dan delegator, kamu juga hadir sebagai teman baik bagi saya. Good luck being the next Manajer Humas, Mal! You’re going to be an amazing manager! Keep on surviving, it’s going to be wonderful!

Kepada Ghina Kamila Ihsan, terima kasih untuk segala tenaga yang sudah kamu curahkan satu tahun ini. Terima kasih atas segala kepedulian kamu untuk saya, dan tolong maafkan segala kekurangan saya sebagai manajer kamu. Terima kasih karena sudah mau bersabar dalam menghadapi segala kesulitan dalam menjalankan tugas sebagai salah satu humas LFM satu tahun ini. Terima kasih karena kamu juga sangat memikirkan LFM demi kebaikannya. Kamu staff saya yang paling eksklusif!

Kepada Dumarini Basuki & Kanya Pranawengkapti, terima kasih juga atas ketersediaannya untuk tetap menjalankan tugas sebagai humas LFM di sela-sela kesibukan studio kalian. Terima kasih untuk selalu responsif dan ketersediaannya atas segala ajakan saya. Walau bagi kalian berdua satu tahun ini tidak begitu banyak waktu yang dihabiskan bersama saya, tapi kalian berdua tetap sudah banyak membantu saya dalam menjalani peran sebagai humas LFM. Terima kasih karena sudah mau belajar menjadi seorang humas yang baik. Terima kasih atas segala bentuk kasih sayang yang sudah kalian berikan kepada saya.

Fungsionaris LFM ITB 2012/2013

Untuk teman-teman Fungsionaris 2012/2013 saya, bagian mengungkapkan perasaan satu tahun ini bersama kalian adalah bagian yang paling sulit untuk saya tulis. Menjadi bagian dari kalian saja sejak awal sudah merupakan sesuatu yang indescribable bagi saya. Tak sedikit dari kita yang awalnya sangat ragu dalam menjalankan kepengurusan ini, termasuk saya. Kapok, takut kecewa, masalah akademis, dan banyak perasaan-perasaan lain yang mengganggu. Tapi toh akhirnya kita berani juga mengambil kesempatan ini.

Satu tahun bersama kalian banyak memberikan saya pelajaran. Bahkan saya sampai berpikir, kepribadian saya terbentuk justru saat bersama kalian. Mungkin nggak banyak orang luar yang mengerti bagaimana campur-aduk rasanya satu tahun yang kita jalankan bersama ini. Namun bagi saya pribadi, saya tidak menyesal pernah menjadi bagian dari kalian. You guys are the best team I’ve ever joined in.

Terima kasih Adiva, kamu selalu menyapa saya dengan senyum ganteng khas kamu dan paling bisa bikin suasana jadi cair kalau keadaannya sedang dingin. Terima kasih, karena dibalik kebocahan yang kamu miliki, somehow you’re the most mature person among 13 of us.

Untuk Praja, terima kasih atas segalanya; untuk kesabaran dan ketulusan hati kamu untuk membantu kami dalam hal apapun selama satu tahun ini. Terima kasih karena selalu ada untuk menghibur kami. (Gue yakin Praj, satu tahun ini bakal jadi pelajaran yang nggak akan pernah lo lupain dan akan berguna buat lo nantinya, walau udah banyak hal yang lo korbanin. Keep on surviving, Praj!). Hmm, dan Praj, maafin saya karena paling suka ngerepotin kamu.

Untuk Ismail, terima kasih atas waktu nya untuk mendengarkan curhatan saya. Terima kasih juga karena sudah menjadi salah satu teman terdekat saya selama satu tahun ini; partner di FT, partner korea-an, partner ngegalau, dan lain-lain. Terima kasih atas segala usaha kamu dalam menjadikan LFM tempat yang nyaman bagi kru ya, Mail. I know how great you are doing your job as a BRT. It doesn’t matter how awful it may seem for some people, you are still an amazing Manajer Biro Rumah Tangga for me.

Untuk Shesa, maaf kalau tahun ini banyak sekali kekurangan dari saya. Terima kasih ya shes, karena sudah mau percaya sama saya. Terima kasih juga, Cecu, atas usaha kamu yang begitu keras hingga menjadikan Kruba LFM 2012 anak-anak yang baik dan bersemangat, seperti kamu. You are, indeed, a great mother for them. Semoga mereka bakal terus sayang sama kamu, seperti sayangnya kita sama Kak Cupris.

Untuk Bon, terima kasih atas segala semangat dan perhatian yang kamu kasih ke saya. Terima kasih juga sudah mau berjuang keras demi wisuda dan proyek LFM. Terima kasih atas segala nasehat dan selalu tahan banting di segala waktu. Walau kamu terlihat tidak peduli, bagi saya kamu adalah salah satu orang yang paling peduli pada masa kepengurusan setahun ini.

Untuk Isyraq, terima kasih ya telah menjadi sosok abang buat saya selama satu tahun ini. Paling kangen sama Isro kalo dia lagi nggak ada di LFM. Cowok pertama dari 8 cowok lainnya yang bakal saya cari kalau lagi butuh temen curhat atau sekedar cuma buat nemenin makan. Isro adalah tipe idealnya para wanita! Terima kasih ya, Sro. 

Untuk Teh Nunu, terima kasih banyak karena telah menjadi orang yang paling kuat selama satu tahun ini. Teteh adalah motivasi saya ketika saya sudah ingin menyerah. Terima kasih juga atas segala perhatian Teteh buat saya. Teteh juga orang yang paling paham keadaan sekitar kita, sehingga tahu bagaimana harus bertindak. Teteh sudah seperti sosok ibu buat kami, selalu memahami kami dan memberikan pandangan-pandangan dewasa buat kami.

Untuk Tifa, kamu adalah fungsionaris terhebat yang pernah saya temui. Tekad, konsistensi, komitmen, pokoknya kamu paket lengkap! Terima kasih ya, Tif. Kamu sering banget nemenin saya. Berawal dari sering bobo bareng, sekarang kita jadi segitu deketnya. Kamu juga orang yang paling peduli sama orang lain. Selalu mikirin kepentingan orang lain lebih dulu dibandingkan yang lain. Stay blessed ya, Tif! May the force always, always, always be with you!

Untuk Evan, teman seperjuangan dari TPB sampe nge-fungs. Terima kasih ya, Van. you make me proud, selalu. Terima kasih juga karena sudah begitu care kepada saya dan 4 cewek fungs kita yang lain. Nggak ada kru LFM yang tau segimana struggling nya kuliah saya kecuali kamu dan Bintang. Terima kasih ya, Van. Walau terkadang kesannya kita nggak semesra Nanda-Tifa, tapi saya tau kamu segitu care nya sama saya.

Untuk Nanda, terima kasih banyak sudah mau mempercayakan saya untuk menjadi Kordiv Humas Ganffest kamu. Tanpa kepercayaan kamu ini, mungkin saya tidak akan menjadi manajer humas LFM selamanya. Terima kasih atas segala kata-kata bijak kamu yang membuat saya kagum sama kamu, Nan. You are a great, great, great person with a strong heart.

Untuk Dzani, terima kasih banyak sudah menjadi teman yang sangat baik dan paling dekat sama saya selama 4 tahun di LFM ini. Dzani adalah salah satu orang yang menjadikan saya berkeinginan untuk menjadi fungsionaris tahun ini. Dzani adalah orang yang selalu mendengarkan saya, segala hal sampai hal-hal yang sudah nggak di-filter lagi. Terima kasih ya, Dzan, kamu selalu percaya sama saya. You are a great Bendum also! Kamu keren! Kamu juga sudah kurusan!  capaian kongres kamu tercapai kan? You even got what you’ve been always wanted all these years 🙂 Satu tahun ini banyak memberikan pelajaran dan pastinya perubahan. I love you to the fullest, Adzani Ardhanareswari Ameridyani, the Wisconsin girl. Thank you for being a best friend for me all these years. 

Untuk Aviandito, ketum kebanggan saya, nyadar nggak sih betapa beberapa tahun ini kita selalu ditakdirkan untuk kerja bareng? Mulai dari jadi temen kelompok TA, Staff foto nya Kak Nadia, fotografer wisuda, pas ganffest nemenin proses penjurian juga, dan bahkan sampe jadi Fungsionaris. Selama perjalanan panjang di beberapa tahun tersebut, kita memang sempet nggak cocok, tapi setelah saya jadi manajer humas kamu, pandangan saya pun jauh berubah terhadap kamu. Avi adalah ketua umum LFM ITB dengan karakter yang sangat berbeda dengan ketum-ketum sebelumnya. Sempat terjadi banyak keraguan di hati saya saat kamu akhirnya benar-benar naik menjadi Ketum LFM. Namun selama keberjalanannya, saya banyak melihat dari dekat. Kamu adalah orang yang secara packaging mudah untuk dijudge, tapi banyak yang nggak tahu betapa uniknya cara berpikir kamu, betapa hebatnya kamu sebagai ketum, betapa tegarnya kamu selama satu tahun ini. You are the most epic person I’ve ever met, Vi. Dibalik segala kekurangan kamu, banyak sekali hal-hal yang bisa dikagumi dari kamu. You can be wise and be a jerk at the same time (Ha!). Kamu yang paling banyak mikirin 12 orang ini, yang me-maintain mood kami juga, yang menampung segala uneg-uneg kami, tanpa menuntut balik apapun dari kami. Mungkin kamu nggak pernah memperlihatkan itu semua ke kami, but I know, and somehow can feel how you love us very much, Vi (ge-er). Thank you, Vi, for making my dream comes true. Thank you for being the strongest person among 13 of us.  Thank you for making this year feels sweet and warm with the team. And thank you for being a great leader for us. We love you, Vi.

Setahun ini telah banyak mengubah saya dalam cara saya memandang hidup. Bertemu dengan 12 orang super hebat seperti kalian, membuat saya menjadi orang yang lebih kuat menghadapi realita. Ibaratnya, sekarang saya sudah berada di fasa kehidupan yang baru. Kalian banyak membantu saya, mendengarkan keluhan saya, menghibur saya, dan mengajari saya bagaimana meneguhkan pendirian. Banyak sosok dari kalian yang sangat inspiratif buat saya. Saya sangat bangga pernah menjadi bagian dari kalian. Semoga setelah ini semua berakhir, kita masih tetap lengket sebagai apa yang orang sebut keluarga, dan kenangan selama satu tahun ini dapat memberikan banyak pelajaran hidup yang berharga. From the deepest heart of mine, I love you guys.

Untuk para Fungsionaris 2013/2014, saya ucapkan selamat bertugas! Kalian bisa menjadi yang terbaik. Berikan yang terbaik, maka kamu pun akan mendapatkan kebaikan darinya. Semoga satu tahun ke depan, kalian akan mendapatkan perjalanan yang lebih menyenangkan dan lebih hebat dari kami. Semoga tetap selalu fun dan responsible di setiap waktu :p

See you guys around!


A Moment Alone

 

IMG_8195

 

Sometimes, people need a moment alone for themselves.

a moment to think about what’s going on with their life. what have they passed, what do they want for their future.

a moment to get back in track, after wandering around, being lost.

a moment to forgive. to forgive themselves for the things they might slipped out of their hands. to forgive people who might come and gone.

a moment to forget.

a moment to get healed, after got fell and hurt. and to rise again, to stand up again.

a moment to start again.

 

 

 


You make me happy

You make me happy

Yes, indeed. and I’m thankful for that.


Scary Little Numbers

2013

Scary little numbers. 

Tidak pernah terbayangkan oleh saya betapa tahun ini begitu menakutkan bagi saya. Tahun ini, seharusnya menjadi tahun yang merupakan perubahan jenjang kehidupan bagi saya. Tidak pernah terfikirkan rasanya semenakutkan ini.

Lebih menakutkan lagi, ketika terdapat kemungkinan bahwa perubahan jenjang tersebut akan mundur hingga tahun depan. Tidak ada yang lebih menakutkan. Dulu semua terasa lebih ringan dan saya fikir tidak akan ada ketakutan sebesar ini. Sekarang, posisi ini benar-benar sudah menghampiri saya, dan saya akhirnya mengerti apa yang membuat mereka takut.

Yang ada hanya, penyesalan.

2012 sudah cukup mengerikan bagi saya untuk mengingatnya. Tidak terfikir 2013 akan lebih menakutkan dari pada itu.

Andai saja, andai saja.

 


Guilty Pleasure

 

Sesungguhnya post ini lumayan lucu dan agak freak mungkin menurut kalian. Tapi entah kenapa saya pengen aja berbagi guilty pleasure yang sedang saya alami :p

Jadi ceritanya 13 Oktober 2012 lalu, BIGBANG, sebuah idol group dari Korea (which is favorit saya), menggelar konsernya di Jakarta. Saya, Alhamdulillah, berkesempatan datang ke sana. Saya nggak akan cerita banyak dan detail soal konsernya atau how crazy I felt at the moment. Intinya konsernya merupakan salah satu perwujudan kata-kata ‘dreams come true‘ buat saya. Saya beruntung, saat konser saya mendapatkan row yang cukup dekat sama stage bagian kiri, baris ke dua setelah pagar barikade.

Lucunya, beberapa hari lalu saya kembali menonton video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=1R97-PkffoI

Video di atas adalah video yang direkam langsung oleh Seungri, member termuda BIGBANG, dari atas panggung saat encore menggunakan smartphone yang mensponsori konser mereka. Karena rindu sama mereka, akhirnya saya putuskan untuk download video tersebut. Karena video ini direkam dari stage, saya iseng untuk coba cari apa saya ikut terekam dalam video tersebut. Daaaan ternyata….. LOL. Coba cek video tersebut di menit 3.32. Spotted! Rizky Inayati dengan kemeja biru muda dan bando oranye lagi berteriak heboh sambil melambaikan tangan ke kamera. Kira-kira snapshotnya seperti ini :

Screen Shot 2012-12-08 at 5.56.15 AM

Ya, itu benar-benar saya! LOL. Kalo nggak percaya, lihat foto ini :

Cidadap-20121208-01187

Foto ini diambil sebelum konser dimulai. Saya beli bando ini dari beberapa cewek yang jualan di venue konser. Bando ini membawa keberuntungan buat saya. *Makasih mbak, kamu, siapapun yang jual bando ini waktu itu* Di sekitar saya banyak orang yang pakai bando dengan nama bias nya masing-masing. Tapi bando saya, sangat noticeable, walaupun pas konser berlangsung rasanya gelap. Alhasil bias saya, alias Daesung, bisa notice saya! (LOL, entah khayalan sendiri apa nggak, but he did wave at me!) Secara kalo dilihat di foto ternyata nggak banyak juga yang pake bando dengan nama ‘Daesung’ yang noticeable.

Maaf ya, beginilah kira-kira sisi lain dari diri saya, penyuka K-pop dan lumayan heboh dalam fangirling. LOL.

Yah baiklah, saking sudah lama nya nggak nge-post, saya memutuskan untuk ngepost di sini sekalian berbagi kebahagiaan yang simpel sama kalian, LOL.

By the way, Desember 2012 sudah mau berakhir. Saya bahkan nggak berani lihat resolusi tahun 2012 saya. Banyak yang saya skip. Mudah-mudahan di sisa tahun 2012 ini, semua berjalan dengan lancar. Apalagi sebentar lagi saya akan benar-benar memulai Tugas Akhir saya. sigh.

Tetap semangat! Apapun rintangannya di depan, saya harus tetap hadapi dengan lapang dada dan optimis, don’t I? I’m 21 already anyway! Well, See you then!


What kind of friend I’ve been

I have this issue about friendship right now. I never want to talk about it before. It hurts me so much even just thinking about it. Well, finally I decided to write it here. I never had the chance to talk to the person; probably my anger holds me too much I can even get angry for just looking at her.

It was all began at my decision about going to NTU MUN 2012 without telling everyone. Only few people knew I went to Singapore last February for that event; the other friend who signed up for that event too, and few of my friends that were joined to Ganesha Film Festival’s committee (because they were planning to have an important evaluation meeting on the D-day of NTU MUN 2012. I have no choice so I told them). I don’t know why, I just don’t feel like telling people about my presence on that event. It’s not that I’m ashamed, I felt really happy instead. But I didn’t know that my decision not telling people about my presence there, it could hurt a person so much.

A friend of me feels extremely disappointed for my decision, ‘What kind of friend I’ve been?’ She thought. ‘What kind of friendship we had?’ I went to such a big event and I didn’t tell her. I know I was wrong. I didn’t know I could hurt her that much. I thought it was not a big deal.

After I came back from Singapore, she was all in silence. She didn’t want to talk to me. At first, I was okay. But then I found out she tweeted her feeling about it then decided not to respect me anymore. Then I thought, ‘What kind of friend I’ve been?’ Was that decision really bad she could even no longer have respect for me? Was I really that bad? Can’t I make mistake too, After all those years? I felt really disappointed, too. Six years, and because of one mistake she decided not to respect me anymore.

You know, I think you won’t understand how I feel right now. I know you think I’m such a hypocrite. You don’t know what I’ve been through on those years with her. So you might think it’s easy for you to forgive, or ask for forgiveness. I might be the worst best friend she ever had, you may think.

It’s not easy for me to ask for forgiveness from her. I feel like again and again letting myself to make her not seeing what she’s doing to me was also wrong. I don’t wanna be the person who’s always easy on mistakes. She’ll never learn. I will probably end up in such exact feeling later. I feel like kinda tired for that feeling. I don’t wanna be the nice girl anymore. I wanna be the selfish bitch for once.

I never have so much hatred in my heart so much. But sometime I want this to end, because this feeling keeps me away from my other best friends. I miss them too much. I can’t be with them whenever she’s there. It’s torturing me. This feeling has kept me for six months. I don’t know if I can hold it much longer. What if this feeling still keeps me for the next year? Or even the next five years? I can’t be like this forever.

I don’t like being like this. It’s not me. I lost many moments with my best friends these months. I have lost many things because of this feeling. I feel sad, extremely sad.  Then I realize, I can’t continue having this feeling. I have to forgive and let go of this feeling first, and then I can ask forgiveness.

Then I realize so much; maybe I have never seen my mistakes, too. I was too blind because of my hatred and anger. Maybe God thinks I never been that easy on mistakes so He wants me to do more. Maybe it was all really my only mistake. Maybe it’s because I’m the selfish bitch from the very beginning. Maybe I’ve never been the nice girl all this time.

That’s what makes me write this now. I want this to end. I don’t do good on talking. I think writing can help me do better for telling what’s inside my heart.

I’m really sorry for what I did. I never want to hurt anyone with such big wound. I didn’t mean to end our six years of friendship with such a silly decision. I know I was wrong. I kept in silence and hatred for these months. I should have talked to her since the beginning.

‘What kind of friend I’ve been?’

Maybe I’m the worst best friend she ever had. And I’m really sorry for that.